1. Urgensi
Rumah Belajar
Mobilitas pendidikan dalam kegiatan
proses belajar-mengajar pada saat ini diharapkan mampu membekali peserta didik
dengan kecakapan abad 21 agar menjadi generasi emas yang unggul dalam
menghadapi Revolusi Digital.
Konsep kegiatan pembelajaran konvensional yang dominan akan keaktifan seorang guru berceramah di hadapan peserta didik secara langsung diterapkan oleh sebagian pendidik saat ini, padahal mengingat tujuan akan kurikulum yang berlaku serta tuntutan zaman pada saat ini bahwa pembelajaran harus berpusat kepada peserta didik serta terintegrasi dengan TIK.
Rumah Belajar
(www.belajar.kemdikbud.go.id) adalah adalah portal pembelajaran yang
menyediakan bahan belajar dan fasilitas komunikasi serta interaksi antar
komunitas secara digital. Portal ini adalah produk pemerintah yang membantu
tidak hanya guru di dalam melaksanakan tugas keprofesiannya tetapi juga kepada
peserta didik dan masyarakat luas yang ingin belajar dengan perangkat digital (tools)
yang dimilikinya.
Portal Rumah Belajar sesungguhnya bukan hanya fokus pada kegiatan peningkatan kualitas pendidikan dengan menyediakan layanan digital learning tetapi juga berperan nyata dalam kegiatan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh pelosok wilayah Indonesia, karena setiap orang baik di desa maupun di kota bisa mengakses konten pelajaran yang sama, kapan saja dan dimana saja secara gratis (tanpa berbayar).
2. Tantangan
Masa revolusi digital sekaligus
memanfaatkan Portal Rumah Belajar di seluruh pelosok wilayah Indonesia tentunya
tidak mudah, ada banyak permasalahan maupun tantangan yang dihadapi. Tantangan
sendiri berasal dari:
1. Kesadaran pendidik. Tentunya tidak
mudah membekali generasi milenial oleh seorang guru yang berasal dari generasi
Z atau bahkan generasi Y. Pola pikir dan kemampuan guru di dalam memanfaatkan
TIK dalam kegiatan pembelajaran adalah kunci utamanya.
2. Fasilitas pendukung digital
learning yang memanfaatkan Portal Rumah Belajar. Ketersediaan
perangkat TIK dan akses internet adalah hal yang wajib untuk dapat menjalankan
proses pembelajaran berkualitas yang terintegrasi dengan TIK.
3. Tingkat ekonomi masyarakat. Daya
beli masyarakat akan perangkat TIK yang berada di perkotaan tentunya tidak sama
dengan daya beli masyarakat yang berada di desa atau bahkan di daerah Terdepan,
Terluar dan Tertinggal (3T).
4. Aksesibilitas dan Kondisi
geografis. Letak ataupun topografi wilayah merupakan salah satu faktor penentu
terjadinya pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbasis digital maupun
dalam proses pendistribusian perangkat elektronik untuk penunjang kegiatan itu
sendiri.
Hampir semua tantangan di atas
sebenarnya merujuk kepada sekolah-sekolah Indonesia yang berada di daerah
terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Suatu tantangan berat tersendiri untuk
dapat menerapkan pembelajaran digital learning yang
memanfaatkan Portal Rumah Belajar terlebih lagi dalam memanfaatkan Fitur Kelas
Maya bagi guru-guru yang berada di daerah 3T.
Berbeda dengan guru-guru yang berada di
kota yang biasanya memiliki keuntungan karena sekolah mereka pada umumnya
merupakan sekolah favorit yang memiliki fasilitas lengkap, fianansial sekolah
yang cukup untuk pengadaan perangkat IT (berkaitan dengan belanja modal dari
dana BOS), serta daya beli orang tua peserta didik itu sendiri yang mayoritas
mata pencahariannya adalah bukan bertani seperti di daerah 3T.
Peningkatan dan pemerataan mobilitas
pendidikan yang berkualitas adalah merupakan tanggungjawab kita bersama. Kita
tidak bisa hanya mengandalkan beberapa orang guru di daerah 3T yang memiliki
antusias menggalakkan pemanfaatan Portal Rumah Belajar itu berjalan sendiri,
semua stake holder pendidikan harus saling mendukung dan
berkontribusi guna mencapai cita-cita bangsa.
Masalah baru justru akan tercipta
jika terjadi pembiaran para pejuang peningkatan kualitas pendidikan di daerah
3T itu berjalan sendiri karena pada akhirnya bangsa kita juga yang akan
dirugikan karena melalui pejuang pendidikan yang memanfaatkan Portal Rumah
Belajar seadanya tersebut ditempah generasi emas bangsa ini.
3. Harapan
Komitmen itu akan terjaga baik bila memang menaruh
hati tentang kegiatan peningkatan dan pengembangan kualitas pendidikan di
Indonesia itu sendiri melalui harapan-harapan dari guru-guru dari seluruh
Indonesia. Adapun beberapa harapan itu tertuju pada:
1. Pustekkom Kemendikbud (Pengelola Portal
Rumah Belajar)
Untuk menjaga eksistensi Portal Rumah Belajar sebagai platform pendidikan miliki pemerintah yang berkualitas dan menarik, kita berharap akan adanya inovasi.
2 User Interface yang
menarik dan unik (User friendly),
Penggunaaan
icon-icon pada hendaknya adalah berupa gambar atau animasi yang menarik seperti
tampilan icon navigasi seperti pada sebuah game online untuk menghindari
kebosanan dan menarik perhatian peserta didik itu sendiri.
3. Penyusunan Konten Berdasarkan Mata Pelajaran
Pada Tingkatan Satuan Pendidikan.
Seperti
bermain game tipe “Adventure”, konten sumber belajar pada
Portal Rumah Belajar diharapkan diberikan level-level (berdasarkan tingaktan
kelas) yang harus dilewati peserta didik per mata pelajaran dari
diberikan Point Experience dan Trophy atas capaian suatu level
bagi peserta didik . Tujuan dari ini adalah untuk memfokuskan minat peserta
didik atas mata pelajaran yang dia sukai (peminatan).
4. Adanya Unsur “Challenge, Season and
Tournament ”.
Setiap
musim tertentu (baik mingguan, bulanan, mid semester ataupun semester),
diadakan kuis maupun pertandingan secara lokal mapun nasional untuk
memperebutkan sesuatu hadiah atau dalam bentuk gelar (predikat) dan dapat
disaksikan semua peserta didik pada konten matapelajaran tersebut.
5. Adanya Fitur “Realtime Chat and
Collaboration”
Seperti
google docs, diharapkan adanya fitur ini untuk dapat memfasilitasi kegiatan
penyelesaian tugas tertentu secara kolaborasi diantara beberapa peserta didik
secara online dalam satu kertas kerja. Fitur ini sangat
menarik pada saat ini.
6. Adanya Summary Report
Capaian
peserta didik pada suatu materi hendaknya disajikan dalam bentuk laporan
pencapaian yang berbentuk infografis atau bahkan animasi yang menarik yang
dapat dibagikan melaui media sosial serta secara otomatis dikirimkan ke handphone orangtua
peserta didik itu sendiri untuk memantau hasil belajar anaknya.
Semua
fitur ini sebenarnya mengacu pada fitur-fitur game online, tetapi
pada hakikatnya fitur inilah yang memancing interaksi peserta didik dan menarik
bagi peserta didik untuk saat ini.
7. Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan
Pemerintah
Daerah melalui dinas pendidikan terus melakukan sosialiasi Portal Rumah Belajar
dan mendata sekolah-sekolah yang telah dan belum memanfaatkan Portal Rumah
Belajar. Pemerintah Daerah juga diharapkan berperan aktif memfasilitasi
sekolah-sekolah untuk mengadakan peralatan IT untuk mendukung kegiatan
pemanfaatan Portal Rumah Belajar ini.
8. Guru
Ujung tombak keberhasilan pendidikan yang berkualitas adalah guru, diharapkan guru memiliki niat dan kesadaran akan pentingnya pembelajaran berbasis digital melalui pemanfaatan Portal Rumah Belajar guna menciptakan generasi yang memiliki kecakapan abad 21 yang dapat bersaing secara global nantinya. Nasib bangsa Indonesia ini kedepannya adalah di tangan generasi kita ini, adalah tanggungjawab kita bersama dan akan dipertanggungjawabkan nantinya di akhirat atas usaha apa yang telah kita berikan kepada anak-anak emas kita ini.
Demikilan opini singkat saya tentang urgensi, tantangan dan harapan akan pemanfaatan Portal Rumah Belajar. Semoga mobilitas pendidikan kita memiliki visi dan misi yang sama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia yang kita cintai ini. Majulah pendidikan di Indonesia.
Mari Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia!
Belajar dimana saja, Kapan saja, Dan dimana saja.








0 Komentar:
Posting Komentar