Sedikit bercerita tentang pengalaman waktu masih kuliah dulu, betapa banyak pengalaman yang saya dapatkan di universitas Cenderawasih. Masih teringat walau sedikit, hymne universitas Cenderawasih yang diperkenalkan pertama kali kepada saya waktu menjalani Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Berpagar hutan gunung lautan....megah nampak persada ilmu.... Kala itu waktu menyanyikan hymne ini membuat bulu kuduk meremang. Hari ini 10 November 2021, 59 tahun universitasku, semakin maju, semakin berjaya di ufuk Timur Indonesia.
Twibbon : Dies Natalis Universitas Cenderawasih ke-59
Setamat dari FKIP Matematika Universitas Cenderawasih di bulan Januari 1995 (o..ya saya menjadi mahasiswa Universitas Cenderawasih di tahun 1990). Saya mengajar di sekolah-sekolah di Jayapura, walau waktu mahasiswa juga sudah mengajar di beberapa sekolah, seperti SMA Katholik Taruna Darma, SMA Gabungan Jayapura, SMA PGRI, SMA Buper dan yang terakhir di SMP 2 Sentani. Ini waktu belum jadi CPNS...kalau sekarang apa ya namanya...CASN begitu. Waktu kuliah saya mendapatkan TID (Tunjangan Ikatan Dinas) jadi ketika lulus saya tak perlu mendaftar lagi untuk menjadi CPNS, saya tinggal melengkapi berkas dan tunggu keluar SK CPNSnya...(enak khan..)
Akhirnya di tahun 1997 (2 tahun setelah saya lulus), SK CPNS saya terbit dengan penempatan di SMAN 1 Merauke. Walau tak punya saudara di Merauke saya tetap berangkat ke Merauke berbekal koneksi dari teman kuliah saya Etty S. Wulandari yang memiliki keluarga (kakeknya) di Merauke. Singkat cerita sampailah saya di kediaman mbah Gani (posisi di lingkaran Brawijaya). Saya diterima dengan sangat baik oleh keluarga besar mbah Gani. Tak akan saya lupakan jasa baik keluarga ini. Saya tinggal disini sekitar 7 tahun dari 1997 sampai 2004. Ditahun 2004 kami pindah ke kompleks Pendidikan, tempat tinggal kami sampai saat ini.
Kembali ke cerita di tahun 1997, saya pada waktu itu langsung melapor ke SMAN 1 Merauke yang mana saya di terima baik pada saat itu oleh kepala sekolah, ibu LP. Mailoa bersama wakasek kurikulum bapak Lukas Lena, setelah mendapatkan berbagai penjelasan saya diminta melengkapi berkas-berkas kepegawaian lewat bapak Petrus Rahayaan. Dan keesokan harinya saya melapor di Dinas Pendidikan Merauke yang diterima oleh alm. Bapak Kondolele yang saat itu memberikan berbagai macam penguatan agar saya siap melayani anak-anak didik...dibelakang hari saya juga tahu bahwa beliau juga wali dari anak wali saya. Lalu saya juga bertemu bapak Raya untuk mengurus berkas kepegawaian saya.
Hari-hari selanjutnya kujalani tugas-tugasku sebagai guru di SMAN 1 Merauke, sebagai guru, sebagai wali kelas, sebagai wakil kepala sekolah dan saat ini tugasku sebagai guru dan juga koordinator laboratorium komputer dan operator dapodik. Alhamdulillah diberikan bimbingan dan petunjuk Allah untuk menjalani semua ini. Saya berharap bisa tetap mempunyai komitmen dalam pendidikan ini, terutama demi melayani anak-anakku OAP agar masa depan mereka lebih bisa menolong diri mereka sendiri.
Inilah keluargaku








0 Komentar:
Posting Komentar