Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi
telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi,
bermain maupun belajar. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah
memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali di bidang pendidikan.
Pendidik dan peserta didik dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di
abad 21.
Pendidik-pendidik di era digital harus mampu memfasilitasi peserta didik dalam memanfaatkan berbagai sumber belajar. Materi-materi pembelajaran tidak cukup hanya dengan yang tersedia di ruang-ruang kelas tetapi dapat diakses di mana saja dan kapan saja.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui
surat edaran nomor 9 dan 10 Tahun 2018, menyatakan bahwa Rumah Belajar merupakan
suatu portal pembelajaran (one stop science) bagi guru, siswa dan pihak terkait
yang telah dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui
Pustekkom Kemendikbud. Rumah Belajar dirancang menjadi suatu repository dengan
pendekatan OER (open education resource).
Dengan pendekatan OER ini maka konten dibuat
dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Masyarakat boleh mengakses secara
gratis dan boleh pula menyumbangkan kontennya ke Rumah Belajar.
Sedangkan pihak yang bertugas sebagai
pengelola Rumah Belajar dibebankan kepada Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi
dan Komunikasi). Pustekkom harus memastikan bahwa semua konten yang diunggah ke
Rumah Belajar sesuai dengan standar-standar yang ditetapkan oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Selain menyediakan konten-konten
pembelajaran, Rumah Belajar juga menyediakan suatu lingkungan pembelajaran maya
yang disebut sebagai kelas maya atau kelas digital.
Dalam kelas maya, guru dapat memberikan
pembelajaran kepada siswa-siswanya tanpa harus bertatap muka, dalam hal ini
guru dapat memberikan pembelajaran secara on-line kepada siswa-siswanya.
Kebutuhan pembelajaran yang bersifat maya atau on-line sejalan dengan gaya
pembelajaran abad 21 atau sering disebut gaya pembelajaran 4.0.
Keberadaan fitur kelas maya pada Rumah
Belajar diharapkan mampu memenuhi kebutuhan di atas. Kelas maya selain
diharapkan membantu guru untuk memberikan pembelajaran kepada siswanya juga
diharapkan mampu membantu pembelajaran secara lebih luas.
Dalam pengertian ini tiap orang bisa menjadi
siswa dari guru mana saja karena kelas maya adalah kelas tanpa dinding sehingga
siapa saja bisa mengajarkan sesuatu kepada siapa saja dan siapa saja bisa
belajar sesuatu kepada siapa saja.
Rumah Belajar merupakan
aplikasi berbasis web sehingga dapat diakses dengan piranti apa saja (desktop,
laptop maupun smart phone) dengan bantuan suatu browser. Rumah Belajar juga
sudah tersedia dalam versi Android sehingga semakin banyak kanal yang tersedia
bagi pengguna untuk mengakses Rumah Belajar.
Fitur-fitur yang dimiliki oleh Rumah Belajar di
antaranya :
2. Kelas Digital : Sebuah
Learning Management System (LMS) yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi
proses pembelajaran virtual atau tanpa tatap muka antara guru dan siswa. Dengan
fitur ini, guru dapat memberikan bahan ajar yang dapat diakses dan dibagikan
oleh siswa dalam bentuk digital kapan saja dan di mana saja. Berikut Cara membuat kelas di fitur kelas digital.
3. Bank Soal: Fitur
kumpulan soal dan materi evaluasi siswa yang dikelompokkan berdasarkan topik
ajar. Tersedia juga berbagai akses soal latihan, ulangan, dan
ujian. Bagaimana cara membuat soal di fitur ini? Berikut video tutorial membuat soal di bank soal.
4. Laboratorium Maya: Fitur
simulasi praktikum laboratorium yang disajikan secara interaktif dan menarik,
dikemas bersama lembar kerja siswa dan teori praktikum. Berikut cara memanfaatkan fitur
laboratorium maya.
5. Buku Sekolah Elektronik:Fitur ini menyediakan buku sekolah
mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK dengan berstandar nasional yang dapat
dibaca secara online atau diunduh secara gratis.
6. Modul Digital: Fitur ini menyediakan modul yang
menarik dan interaktif yang juga dapat dibaca secara online atau diunduh secara
gratis.
7. Peta Budaya: Fitur
yang berisi kumpulan budaya dari seluruh indonesia. Peta budaya disajikan dalam
bentuk gambar, video, animasi, dan permainan (game online).
8. Wahana jelajah Angkasa: Sarana
belajar tentang ruang angkasa.
9. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan: Mencakup
kegiatan pendidikan dan pelatihan yang dapat diambil oleh guru secara online.
10. Karya Komunitas : Berisi kumpulan materi ajar yang dikembangkan oleh komunitas. Materi ajar dikembangkan dalam multiplatform dan berbasis multimedia.
11. Karya Guru : Berisi kumpulan materi ajar yang diekmbangkan dalam multiplatform dan berbasis multimedia.
12. Karya Bahasa dan Sastra : Berisi kumpulan karya bahasa dan sastra berupa puisi, prosa, dan referensi (kamus) yang dapat diunduh atau dibaca secara online.








0 Komentar:
Posting Komentar